Gunung di Bali tidak hanya menambah pesona kecantikan pulau, tetapi juga sangat dihormati oleh masyarakat setempat karena memiliki nilai spiritual dan budaya yang tinggi. Berdasarkan kepercayaan setempat, gunung merupakan tempat suci yang melambangkan keseimbangan alam dan harus dijaga kelestariannya.
Ada banyak sekali gunung yang tersebar di sepanjang Pulau Bali, mulai dari gunung berapi aktif hingga gunung-gunung yang menyajikan panorama menakjubkan. Dalam artikel ini, iNi ViE Hospitality akan mengajak Anda mengenal gunung-gunung di Bali yang menarik untuk diketahui dan bisa dijadikan sebagai salah satu destinasi menarik saat berlibur.
Daftar Gunung Tertinggi di Bali

Berbicara tentang Bali, hal pertama yang mungkin akan muncul di pikiran banyak orang adalah jejeran pantainya yang indah. Namun, siapa sangka, Bali ternyata tidak hanya memiliki pantai, pulau ini juga memiliki kekayaan alam yang tak tertandingi, termasuk bukit dan pegunungan.
Berdasarkan data BPS Provinsi Bali, total ada 23 gunung yang tersebar di pulau ini. Nah, bagi Anda yang ingin kenal lebih dalam dengan gunung di Bali, berikut iNi ViE berikan penjelasannya untuk beberapa gunung yang dapat dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata di Bali yang bisa dikunjungi.
1. Gunung Agung
Gunung Agung memegang predikat sebagai gunung tertinggi yang ada di Bali. Dengan ketinggian mencapai 3.142 mdpl, gunung ini berlokasi di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.
Gunung ini masih aktif mengeluarkan asap serta sangat disucikan oleh masyarakat setempat sebagai tempat bersemayamnya para dewa dan menjadi rumah untuk salah satu pura terpenting di pulau ini, yaitu Pura Besakih.
Gunung ini juga sangat menarik untuk dikunjungi, khususnya bagi Anda para pendaki dan pencinta trekking. Menjadi titik tertinggi di Bali, gunung ini menawarkan bentang alam yang luar biasa indah. Anda dapat menikmati matahari terbit dan tenggelam yang memukau mata.
Mendaki di sini memang cukup menantang karena jalur pendakiannya yang sulit dan terjal. Namun, rasa lelah dan haus saat mendaki akan lenyap seketika dengan pemandangan yang disajikan.
Terdapat tiga jalur pendakian Gunung Agung yang populer di kalangan pendaki, yaitu Jalur Pura Pasar di bagian selatan, Jalur Pura Besakih di bagian barat, dan Jalur Budakeling/Nangka di bagian tenggara.
Setiap jalur menawarkan jarak dan tantangan yang berbeda. Jika Anda hanya ingin menikmati sunset trekking, Anda dapat memilih jalur Pura Pasar Agung yang dapat ditempuh sekitar 3–4 jam hingga area kawah. Namun, jika sampai langsung ke puncak, Anda dapat memilih jalur yang lebih panjang dan terjal, yaitu Pura Besakih.
Selain sebagai destinasi mendaki, Anda juga dapat berkunjung untuk menikmati keindahan Pura Besakih. Pura terbesar, tersuci, serta pusat spiritual (mother temple) bagi umat Hindu Bali yang berlokasi di lereng gunung.
Pura ini menawarkan keindahan arsitektur yang megah, panorama alam yang dramatis, dan aura spiritual yang sangat kental dan sakral yang dapat membuat pengalaman liburan di Bali semakin tak terlupakan.
2. Gunung Batur
Meskipun ketinggiannya berada jauh di bawah Gunung Agung, Gunung Batur di Kintamani, Kabupaten Bangli, juga sangat menarik untuk diulik. Gunung ini terkenal dengan keindahan matahari terbit, kaldera ganda, serta danau kawah.
Gunung Batur merupakan gunung berapi aktif yang terakhir meletus di tahun 2000. Gunung ini juga masuk ke dalam jaringan UNESCO Global Geoparks (UGG) sejak tahun 2012 lalu. Di mana Geopark Batur (Kaldera Gunung Batur) merupakan kawasan geopark pertama di Indonesia yang telah diakui secara internasional.
Dengan ketinggian yang hanya 1.717 mdpl, gunung ini menjadi salah satu destinasi populer untuk trekking, Jeep tour, serta menikmati udara sejuk, sunrise atau sunset di atas ketinggian. Di sini Anda juga dapat menikmati pemandangan alam kaldera ganda yang sangat indah dengan nilai geologisnya yang tinggi.
Sama seperti gunung lainnya di Bali, Gunung Batur juga merupakan tempat sakral bagi masyarakat setempat. Gunung ini diyakini sebagai sebuah tempat suci sekaligus tempat bersemayamnya Dewi Danu (dewi air danau) yang membawa kesuburan ke alam sekitar.
Untuk mendaki, terdapat empat jalur pendakian populer di sini, yaitu jalur Pasar Agung, Toya Bongkah, Serongga, dan Bukit Mentik. Jika ingin mencapai puncak dengan waktu singkat, Anda dapat memilih jalur Pasar Agung.
Sementara untuk sunrise trekking yang santai, Anda dapat memilih Jalur Toya Bungkah. Namun, jika ingin jalur yang lebih terjal dan menantang, Anda dapat memilih dua jalur lain, yaitu Serongga dan Bukit Mentik.
Untuk wisata spiritual, di sini juga terdapat Pura Ulun Danu Batur yang terletak di kaki gunung. Sebuah pura untuk memuja Dewi Danu dan menjaga keseimbangan kosmik di Pulau Bali.
3. Gunung Batukaru
Kabupaten Tabanan merupakan salah satu daerah yang terkenal akan banyaknya gunung dan bukit di Bali. Salah satu yang paling populer dan menjadi destinasi favorit wisatawan adalah Gunung Batukaru.
Berbeda dengan dua gunung sebelumnya yang masih aktif, Gunung Batukaru statusnya sudah tidak aktif. Gunung ini memegang predikat sebagai gunung tertinggi nomor dua di Bali dengan ketinggian mencapai 2.276 mdpl.
Tidak kalah dengan yang lainnya, gunung ini juga menawarkan panorama yang sangat indah, asri, dan hijau karena dikelilingi oleh hutan hujan tropis yang lebat. Sementara untuk area puncak, gunung ini menawarkan pemandangan Danau Tamblingan, Danau Buyan, Samudra Hindia yang membentang, serta jajaran gunung lain di Bali seperti Gunung Agung dan Batur.
Gunung ini juga merupakan salah satu destinasi populer bagi para pendaki dan pencinta trekking. Sebagai gunung tertinggi kedua di Bali, gunung ini memiliki jalur pendakian di berbagai tingkatan yang dapat disesuaikan dengan berbagai tipe pendaki, baik pemula maupun menengah.
Tersedia tiga jalur utama, yaitu jalur Pura Batukara, Desa Jatiluwih, serta Desa Pujungan. Untuk pendakian singkat sekitar 4-5 jam menuju puncak, Anda dapat memilih Jalur Pujungan. Untuk lanskap yang lebih indah namun jalurnya lebih panjang dan landai, Anda dapat memilih jalur Jatiluwih. Sementara untuk jalur yang lebih menantang, Anda dapat memilih jalur Pengubengan dengan waktu tempuh sekitar 6-7 jam menuju puncak.
Untuk destinasi spiritual, di gunung ini juga terdapat Pura Luhur Batukaru, tempat untuk memuja Sang Hyang Tumuwuh. Pura ini dikenal sebagai tempat suci yang menenangkan karena dikelilingi oleh hutan rimbun serta berada di ketinggian 833 mdpl.
4. Gunung Abang
Jika Anda ingin rekomendasi lain untuk destinasi mendaki gunung di Bali, Gunung Abang dapat Anda masukkan ke dalam itinerary liburan di pulau ini. Berlokasi di Kintamani, Kabupaten Bangli, Gunung Abang merupakan gunung tertinggi ketiga yang ada di Bali dengan ketinggian mencapai 2.152 mdpl.
Gunung Abang juga termasuk ke dalam salah satu bagian dari dinding atau tepian kaldera purba Gunung Batur. Gunung ini terbentuk karena letusan dahsyat Gunung Berapi Purba Batur pada ribuan tahun lalu yang mengakibatkan runtuhnya puncak serta membentuk kaldera besar yang saat ini diisi oleh Gunung Batur.
Gunung Abang terkenal dengan jalur pendakian yang menantang. Di mana terdapat dua jalur pendakian di sini, yaitu Jalur Desa Suter dan Jalur Bukit Terunyan. Kedua jalur tersebut terkenal sangat asri karena dikelilingi oleh hutan tropis yang lebat dan tebing hijau. Sehingga pengalaman mendaki di gunung ini terasa cukup menantang, namun tetap menyegarkan.
Di puncak gunung ini, Anda dapat menikmati keindahan Gunung Batur, Gunung Agung, serta danau Gunung Batur. Perjalanan yang panjang dan terjal tidak akan terasa ketika Anda berada di puncak.
Untuk destinasi spiritual, di puncak Gunung Abang juga terdapat beberapa kuil kecil dan pura Puncak Tulukbiyu yang sering dikunjungi oleh masyarakat setempat untuk beribadah.
5. Gunung Catur (Puncak Mangu)
Beralih ke kawasan Kabupaten Badung, di sini Anda dapat menemukan gunung tertinggi ketiga di Bali, yaitu Gunung Catur atau biasa disebut juga dengan sebutan Puncak Mangu. Gunung ini berlokasi di ketinggian 2.096 mdpl dan statusnya sudah tidak aktif.
Gunung Catur berlokasi di kawasan wisata Bedugul. Gunung ini cukup populer bagi wisatawan yang mencari spot pendakian pemula di Bali karena jalurnya tergolong relatif mudah dibandingkan dengan gunung-gunung lainnya dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam saja untuk mencapai puncak.
Selain dinilai lebih mudah, gunung ini juga menawarkan panorama yang luar biasa cantik. Di mana jalur pendakiannya diselimuti oleh hutan tropis yang asri. Terdapat tiga jalur utama pendakian di gunung ini, yaitu jalur Desa Pelaga, Bedugul, dan Wanagiri. Setiap jalur menawarkan lanskap dan tantangan yang berbeda.
Ketika mencapai puncak, gunung ini akan menyajikan pemandangan yang sangat memanjakan mata. Di sini Anda dapat melihat tiga danau sekaligus, yaitu Danau Beratan, Buyan, dan Tamblingan, hutan tropis lebat di Bedugul, serta seluruh pegunungan di Bali.
Untuk destinasi spiritual, Gunung Catur juga merupakan rumah bagi Pura Pucak Mangu yang berada di ketinggian 2.096 mdpl, sebuah pura Kahyangan Jagat yang berfungsi sebagai tempat pemujaan suci memuliakan Sang Hyang Sangkara atau dewa tumbuh-tumbuhan/kesuburan.
Gunung Lainnya di Bali

Selain beberapa gunung yang sudah disebutkan di atas, masih banyak destinasi wisata alam gunung di Bali yang wajib Anda masukkan ke dalam wishlist kunjungan. Gunung-gunung lainnya juga memiliki keunikan dan keindahan tersendiri yang tidak kalah menarik untuk diketahui. Berikut beberapa diantaranya:
Gunung Lainnya di Bali
Selain beberapa gunung yang sudah disebutkan di atas, masih banyak destinasi wisata alam gunung di Bali yang wajib Anda masukkan ke dalam wishlist kunjungan. Gunung-gunung lainnya juga memiliki keunikan dan keindahan tersendiri yang tidak kalah menarik untuk diketahui. Berikut beberapa diantaranya:
1. Gunung Sanghyang (2.087 mdpl, Bedugul)
Salah satu gunung tertinggi di Bali, diyakini sebagai jalur lintasan kerajaan zaman dulu untuk perjalanan spiritual dan ritual ke kawasan pegunungan yang dianggap suci. Sering disebut sebagai hidden gem karena di sini menyajikan bentang alam yang sangat eksotis dengan suasana menenangkan dan magis.
2. Gunung Adeng (1.826 mdpl, Tabanan)
Gunung tertinggi kesembilan di Bali dengan status tidak aktif. Sering dijadikan spot para pendaki karena puncaknya tidak seramai gunung lain. Di sini Anda dapat menikmati udara segar dari hutan tropis yang sangat hijau dan lebat di sekelilingnya. Jalur pendakiannya juga dikenal cukup rimbun.
3. Gunung Seraya (1.174 mdpl, Karangasem)
Gunung di Bali yang cukup populer di kalangan pendaki atau pencinta trekking karena hanya memerlukan pendakian dalam waktu kurang lebih 2 jam saja menuju puncak. Gunung ini menawarkan pemandangan alam yang sangat indah, termasuk pesisir dan Selat Lombok. Jalur pendakiannya melintasi hutan yang subur dan menyegarkan.
4. Gunung Merbuk (1.386 mdpl, Jembrana)
Lokasi gunung ini cukup berdekatan dengan Gunung Mesehe, dikenal memiliki medan pendakian yang sangat panjang dan menantang, cocok dikunjungi oleh para pendaki yang ingin mendapatkan suasana dan adrenalin berbeda dibandingkan dengan gunung lainnya di bali.
5. Gunung Silangjana (1.092 mdpl, Buleleng)
Gunung yang terkenal di kalangan pendaki karena memiliki hutan lumut yang indah dan magis. Di sini Anda dapat menikmati lautan awan atau wisata spiritual di Pura Puncak Cemara Geseng yang berada di puncak gunung.
Tips Mendaki Gunung di Bali

Bali memang terkenal dengan wisata pantainya yang sangat ramai dan hidup, namun jika Anda mencari ketenangan di tengah hiruk-pikuk ramainya wisatawan di pulau ini. Mendaki di gunung merupakan salah satu hal yang tidak boleh Anda lewatkan di Bali.
Namun, mendaki gunung di Bali tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Terdapat beberapa aturan mengikat yang harus dihormati. Jika Anda tertarik untuk mendaki di pulau ini, berikut adalah beberapa tips yang harus diperhatikan:
1. Persiapan fisik dan perlengkapan, pilih waktu terbaik (musim kering April–Oktober)
Persiapan fisik dan perlengkapan merupakan hal krusial yang harus Anda perhatikan jika ingin mendaki di gunung mana pun, termasuk di Bali. Pastikan tubuh Anda dalam keadaan sehat dan prima. Sebelum mendaki, Anda dapat melakukan beberapa latihan kardio terlebih dahulu, seperti lari atau jalan santai, dengan tujuan untuk meningkatkan stamina.
Anda juga wajib membawa peralatan mendaki yang lengkap seperti jaket tebal atau windbreaker, senter kepala, sepatu gunung, jas hujan, pakaian pengganti, dan yang lainnya. Gunung merupakan lingkungan yang sangat ekstrem dan tidak dapat diprediksi. Membawa peralatan yang lengkap dapat membantu Anda bertahan hidup di sini.
Untuk waktu pendakian, musim terbaik yang bisa dipilih adalah pada musim kemarau pada April–Oktober. Pada bulan-bulan ini jalur pegunungan biasanya lebih aman, tidak terlalu licin, serta lebih stabil. Anda dapat menikmati pemandangan sunrise, sunset, atau panorama puncak dengan lebih aman.
Hindari musim penghujan jika ingin mendaki karena jalur biasanya licin dan berlumpur, berkabut tebal, serta berisiko longsor atau terpeleset.
2. Pemandu lokal wajib untuk Gunung Agung
Beberapa gunung di Bali memiliki jalur pendakian yang sangat panjang, curam, dan menantang. Terlebih saat melakukan pendakian di malam hari menuju puncak, contohnya di Gunung Agung.
Untuk keselamatan, Anda wajib menggunakan jasa pemandu lokal. Biasanya mereka sangat memahami jalur dan kondisi cuaca atau aturan adat setempat. Dengan pemandu lokal, pendakian akan jauh lebih aman dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
2. Aturan berpakaian di area pura
Ada banyak pura yang terletak di puncak gunung di Bali. Selain menikmati keindahan alam, para pendaki juga biasanya menyempatkan diri untuk mengunjungi pura-pura di sini. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika mengunjungi area pura, termasuk cara bersikap dan berpakaian.
Jika Anda ingin mengunjungi area pura di gunung, berikut adalah beberapa aturan berpakaian yang harus Anda patuhi:
- Wajib mengenakan pakaian yang sopan dan menutup aurat (bahu, perut, dan lutut) untuk menghormati tempat suci.
- Wajib mengenakan kain sarung atau kamen untuk menutupi bagian bawah tubuh dari pinggang sampai pergelangan kaki.
- Wajib menggunakan selendang atau selenteng jika diminta dengan diikatkan pada pinggang di atas kain sarung.
- Rambut harus rapi. Jika Anda memiliki rambut panjang, sebaiknya diikat secara rapi.
Selain aturan berpakaian, terdapat aturan lainnya yang harus Anda patuhi jika mengunjungi area pura, seperti menjaga sikap dan tidak boleh berisik. Terdapat larangan untuk memasuki area pura bagi wanita yang sedang menstruasi (cuntaka) karena berdasarkan keyakinan setempat dianggap tidak suci.
3. Larangan mendaki saat ada upacara adat, perhatikan detail info perizinan
Melakukan pendakian saat terdapat upacara adat di area gunung dilarang oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui SE Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2023.
Hal ini berkaitan dengan menjaga kesucian gunung dan pada waktu tertentu gunung dijadikan sebagai tempat ritual suci yang membutuhkan ketenangan dan kesucian seperti saat upacara adat Pakelem atau Odalan. Aktivitas wisata seperti pendakian dianggap dapat mengganggu jalannya upacara.
Sebelum mendaki, Anda juga harus meminta info perizinan untuk mengetahui peraturan daerah mengenai pelestarian kawasan suci, memastikan keamanan saat mendaki melalui pendataan yang resmi, dan menghormati aturan adat yang berlaku di gunung yang akan Anda kunjungi.
Kesimpulan
Bali memiliki banyak gunung yang melekat kuat pada budaya masyarakat lokal dan memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Di pulau ini, terdapat konsep kaja yang menganggap bahwa arah gunung sebagai sebuah wilayah suci yang harus dihormati karena merupakan tempat bersemayamnya para dewa sekaligus pusat keseimbangan spiritual.
Jika Anda ingin mendaki gunung di Bali, jangan lupa untuk selalu menghormati aturan adat setempat, menjaga etika selama perjalanan, serta menjaga kelestarian alam sekitar. Dengan begitu, Anda tidak hanya akan menikmati keindahan alam pegunungan, tetapi juga melebur dan memahami nilai spiritual yang melekat dengan kuat dalam kebudayaan masyarakat setempat.






